Who's View Me

Tuesday, August 23, 2016

Kuliah Lagi

24 Agustus 2016

Sebenernya udah lama banget mau nulis dan mau cerita tentang ini, tapi apalah daya belum sempet2 aja.. Pada kali ini aku mau cerita tentang beasiswa S2 yang sekarang lagi aku jalani.
Begini ceritanya..

P E R M U L A A N
Sebenernya uda lama banget pingin kuliah S2 lagi. Udah niat pingin belajar lagi. Pingin tambah pinter. Pingin update ilmu. Apalagi di perusahaan sekarang banyak banget temen2 yang lulusan S2 yang dibeasiswain sama perusahaan. Jadi dulu perusahaan bekerjasama sama UNHAS untuk beasiswain karyawannya. Nah pas banget tahun 2015 kemarin berakhir krn jumlah nya sudah pas target. Jadi aku kapan dongg sekolahnyaa.. Sampai akhirnya cari-cari beasiswa S2 dari LPDP. Sempet mau apply tapi terkendala belum test TOEFL. hehehehe.

Lalu tibalah saatnya, ternyata perusahaan sekarang bekerjasama dengan UNPAD untuk buka konsentrasi pelajaran baru yaitu konsentrasi biokimia klinik. Setelah melalui tahap seleksi sana-sini, akhirnya saya pun diterima sebagai penerima beasiswa. Horray.. Dan pas diakhir  2015 lalu, kami pun resmi jadi mahasiswa baru S2 UNPAD Jurusan Farmasi Klinik Konsentrasi Biokimia Klinik.
Waktu pendaftaran mahasiswa baru pakai jas almamater dulu :)
P E R K U L I A H A N
Sekarang sedang liburan semester. Bulan depan akan dimulai perkuliahan semester 2. Namun saya mau cerita tentang semester 1. Kami seangkatan terdiri dari 13 orang. Karyawan Prodia semua dari segala wilayah (Se-Indonesia). Karena sudah lama tidak belajar, rasanya tuh... menyenangkan bisa belajar lagi. Ditambah begadang hampir tiap malem buat menyelesaikan tugas kuliah, dan paper. Oiya sistim perkuliahan di S2 berbeda dengan S1. Jadi kalau S2 sudah bukan dosennya lagi yang presentasi menjelaskan namun harus anak muridnya yang menjelaskan terlebih dahulu dengan cara presentasi hehehehe. Jadi begadang buat bahan presentasi itu rasanya WOW banget lohhh..

Kuliah nya kami bagi di Jakarta dan di Bandung. Tergantung jadwal dosennya, bisanya kapan dan dimana. Kalau di Bandung kami menginap di Hotel Rio Dafam, di jalan Riau. Kebayang yaa tiap sore kami selalu jajan jajanan Bandung di Jalan Riau dan mencicipi kafe-kafe di sekitaran sana.. Ini contohnya kami makan di warung upnormal dan di pasar cisangkuy hihihihi..
Jajan di Bandung setelah Kuliah
Perkuliahan kami menyenangkan karena keluarga baru ini yang begitu menyenangkan juga. Bahkan saat ini di saat libur kuliah, jadi kangen mau cepet-cepet kuliah lagi. hihihihi. Pingin ketemu mereka, dan pingin begadang lagi :D

Oiya, puji Tuhan IPK semester 1 saya bisa mencapai 4. Semua berkat doa dan dukungan dari keluarga besar yang sangat aku sayangi. Terlebih buat pengertian suami yang selalu setia menemani begadang disaat saya ngerjain tugas hihihihiii..

Ini foto lengkap kami beserta salah satu dosen kesayangan kami, yaitu bu Jutti dari UNPAD. Bu Jutti ini kalau mengajar sangat jelas dan suaranya lembut dan sangat baik hati. Kami berfoto krn ibu terakhir mengajar kami di semester 1 kemarin. Foto ini diambil di kampus UNPAD yang di Jl. Eijkman, Bandung. :)
Foto bersama bu Jutti

Monday, July 11, 2016

Kegiatan Membaca Mengurangi Resiko Alzheimer

Tulisan ini diterbitkan di http://bukuonlinestore.com/kegiatan-membaca-mengurangi-resiko-alzheimer/
Tulisan ini merupakan hasil kerjasama suami istri yaitu saya dan suami, hehehe.. Rasanya senang sekali membantu suami menulis, khususnya dalam bidang kesehatan, yaitu bidang yang saya kuasai dan geluti. Simak tulisan kami berikut ini :)

Terinspirasi dari sebuah film sedih Korea yang berjudul “A Moment To Remember” yang mengisahkan tentang percintaan seorang wanita yang bernama Su Jin dengan kekasih hatinya yang bernama Chul Soo. Mereka kemudian menikah dan hidup bahagia. Mahligai rumah tangga mereka diuji setelah beberapa tahun kemudian. Sang istri menunjukkan kesulitan mengingat tempat, angka, tanggal, bahkan jalan pulang. Namun, peran mengharukan datang dari sang suami yang tetap begitu setia menemani sang istri hingga pada akhirnya sang istri pun lupa mengingat keluarganya termasuk suaminya.
Kisah ini begitu meluluhkan hati sehingga membuat penasaran apa penyakit yang dialami Su Jin tersebut. Kemudian diketahuilah bahwa penyakit kesulitan mengingat tersebut dinamakan Alzheimer.

Apa Itu Alzheimer?

Alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak. Utamanya fungsi kognitif otak yang menyerang memori otak. Ini dapat berpengaruh terhadap fungsi sosial bahkan pekerjaan. Gejala penyakit ini bertahap atau berkembang dengan seiringnya waktu. Diawali lupa akan sesuatu (misalnya tempat atau waktu) yang selanjutnya akan menjadi kebiasaan bahkan sampai lupa pada perilaku dan disorientasi. Bahkan tidak mampu melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain. Gejala utamanya adalah dengan menyerang otak itu sendiri yaitu mudah lupa atau pikun.
Penyakit Alzheimer sampai saat ini belum diketahui dengan jelas penyebabnya. Namun, disebutkan bisa terjadi karena beberapa faktor berikut: faktor genetik, faktor lingkungan, pertambahan usia, dan adanya penumpukan plak protein b-amiloid, dsb. Biasanya penyakit ini menyerang orang yang sudah lanjut usia. Namun seperti di kisah film “A Moment To Remember” tadi, penyakit ini pun dapat menyerang orang yang lebih muda.
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk membuktikan seseorang mengidap atau mengalami Alzheimer. Untuk mengetahui seseorang mempunyai penyakit Alzheimer, biasanya dokter akan bertanya seputar masalah dan gejala yang dialami pasien serta melakukan tes medis yang lainnya untuk memastikan kondisi yang dialami penderita bukan karena penyakit lain.
Obat-obatan yang dapat mencegah penyakit ini juga belum ada dan belum ditemukan sampai saat ini. Biasanya penderita Alzheimer ditangani secara psikologis melalui stimulasi kognitif untuk memperbaiki ingatannya dan memulihkan kemampuan orang tersebut dalam memecahkan masalah dan membantu hidup mandiri.

Membaca dan Menulis Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya Alzheimer

Kegiatan membaca merupakan salah satu cara yang efektif dalam upaya pencegahan gejala penyakit ini. Membaca membuat otak kita terlatih dalam mengingat dan berpikir, sehingga otak terus bekerja. Dalam website resmi Alzheimer dikatakan bahwa otak perlu ditantang dengan aktivitas-aktivitas yang dapat terus membantu membangun sel-sel otak baru. Ini berguna untuk memperkuat hubungan di antara sel-sel otak tersebut. Hal ini dapat melawan efek berbahaya dari penyakit Alzheimer. Kegiatan yang dapat menantang otak tersebut adalah seperti membaca, mengerjakan teka-teki silang dan bermain catur.
Sebuah studi baru dalam jurnal Neurology (2013) menunjukkan hasil bahwa membaca buku dan majalah, menulis, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat merangsang mental lainnya, dapat membantu untuk menjaga memori dan kemampuan berpikir tetap utuh. Hal ini menguatkan penelitian sebelumnya yang diterbitkan di Archives of Neurology (2012), bahwa seseorang yang menjaga otak tetap aktif sepanjang hidup, ditemukan memiliki kadar protein b-amiloid lebih rendah. Protein b-amiloid adalah protein yang memainkan peran utama dalam penumpukan plak amiloid yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Agar menjaga otak tetap aktif, salah satunya dapat dilakukan dengan kegiatan membaca atau menulis.
Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kegiatan membaca ternyata dapat berdampak positif terhadap Alzheimer. Membaca dapat membantu untuk menjaga kesehatan otak. Kegiatan ini juga dapat membantu terus merangsang otak agar terus aktif. Juga dapat membantu membangun sel-sel otak baru. Maka dari itu membaca sejak usia dini dapat mencegah penyakit Alzhaimer di kemudian hari.
Jadi, kegiatan membaca (termasuk menulis) bukan hanya bermanfaat untuk kegiatan intelektual semata. Kegiatan ini ternyata juga bisa menyehatkan tubuh. Dalam hal ini adalah organ otak. Jadi, mari membaca dan menulis.

Thursday, January 28, 2016

One Day Trip: Curug Barong, Curug Cepet, Curug Lieuk, Curug Leuwi Hejo

"Take vacations, go as many places as you can. You can always make money, you can't always make memories."
Jakarta, 16 Januari 2016

Sabtu.. Weekend.. Cerah.. Dan Sahabat. Perfect. Ini waktunya buat one day trip ke 4 curug. Ga jauh-jauh kooooq, cuma di sekitaran bogor.. Lebih tepatnya cumaaaan di sekitaran sentul aja koq.. dan kita bisa ngeliat berbagai macam curug disini. Terus udah bisa mandi2 air terjun cantik, bisa berenang cantik atau yang mau lompat cantik dari atas batu di air terjun juga bisa (ya kali ada yang mau hahahahaa). Dan tentunya bisa foto-foto cantik (hobi gue banget yang ini).. Nih gue ceritain pengalaman gue dari awal sampe akhir..

P E R S I A P A N
Dari mulai seminggu sebelumnya, gue udah nyari sendal gunung buat trip ini loh (niat kan) karena katanya di trip ini kita kudu tracking, mendaki gunung lewatin lembah gitu deh.. Ya.. secara gue cuma punya sendal - sendal cantik atau sendal jepit, Jadi aja gue kudu belilah ya itu sendal gunung. Tapi daripada beli yang mahal-mahal dan cuma sekali pake kan sayang ya..
Mending gue beli yang murah meriah dan wah aja lah yaaa.. Akhirnya bertepat di pasar paseban, pasar yang ngehits karena murahnya dan terletak di depan kantor gue pas tinggal jalan dikit, gue belilah sandal gunung itu buat gue dan suami gue.daaaan harganya cuma 30 ribu rupiah. Yieeeeyy yippiiiiiwww..(NB: dan sampe trip ini berakhir alias ampe hari ini tu sendal masih awet dan masih kuat)

Bukti Keseruan


T H E D A Y
Bunyi alarm jam 04.00 pagi gue pasang dengan volume maksimal.. hahahaaa.. Yiey its time to go...Krn kita ikutan travel tur (namanya super travel), dan meeting point nya di stasiun bogor, akhirnya gue ama suami tercintah berangkat naik kereta.
Dari stasiun cikini jam 06.00.. (kebayang dari kramat sentiong jadi jam 05.30) perjuangan kan bangun pagi di hari sabtu (lebay).. untungnya ga ada macet dan tentunya ga ada badai, sampe juga kita di stasiun cikini jam 07.30an lah.. baru ada 4 orang (yang punya travelnya malah telat.. dasar..) terus ga lama kemudian gue ketemu sama geng kece: Daniel, Meri dan Alex. Dan disana kenalan sama temen2 baru, namanya mas Sule, mas Wibi (ini dari super travel nya dua orang) trus ada mba Nila orang menteng (pake hijab cuman lincah abis dah orangnya, supel dan hobi di foto juga hihi), sama ada Didi gebetannya mer. Ups..
Akhirnya setelah alex telat krn grab taksinya kudu anterin dia ampe masuk stasiun (halah), kita naik mobil sewaan si travel (sebut saja angkot, wkwkwk) terus berangkatlah kita ke area curug itu.. ngelewatin kebun binatang, sentul, dll.. Kira-kira kita sampe di tempat tujuan sekitar jam 09.30 an..
under water.. foto cantik..
Tracking pun dimulai.
Area pertama yang dituju adalah curug barong. Baru tanjakan pertama aja kayanya tuh udah capai lelah ga kuat. Hahahhaa.. Aseli dah kalau orang yang terbiasa kerja kantoran duduk, ga biasa jalan kayanya koq ya berat bgt jalannya.. tapi untungnya ada banyak warung yang jualan makanan disitu. Langsung deh singgah, yang sarapan mending sarapan dulu biar ga pingsan. Oiyaa area curug ini masih alami banget. Jadi yang jualan juga seputaran masyarakat yang emang tinggal disana. Harganya juga standard lah..
Es Teh manis 5.000, Indomie pake telor 10.000, Aqua: 5.000, harga penitipan barang 3.000.
Kayanya hampir tiap mau menuju curug kita singgah ke warung yang jualan. Hehehehee..
Terus disana ada banyak juga anak-anak kampung situ yang pada main air, jadi kalau yang suka foto yang alami-alami, pasti pas bgt objek fotonya, ada banyak lah objek foto disana mah..
Trackingnya lumayan, bagi gue ya, yang ga pernah jalan jauh. Tapi gue bisa dilewatin krn nginget bakal ketemu aer terjun yang oke bangett. Pas ketemu aer yang masih jernih.. itu rasanya surga banget. Aernya makin lama makin dalem, untung aja ada suami siaga yang siap jagain gue kapan pun dan dimana pun. Hahahhahaaaa..Pokoknya seru lah. Temen-temen barunya juga seru-seru. Oiya, gue lupa bilang kalau one day trip ini harganya 140.000/orang saja. Kita disana sampe jam 16.00 dan lalu mandi di tempat WC yang seadanya terus siap-siap pulang. Yang lucu, pas pulang angkot yang kita naikin ga bisa nanjak. Hahhahaa.. Akhirnya yang cowo2 turun dan jalan ke angkot yang nanjak dengan anak cewe semua.
Titik akhirnya kita dibalikin lagi ke stasiun bogor lagi. Dari situ kita makan malem dulu di KFC yang ada di depan stasiun dan lalu pulang ke rumah masing-masing. Serius ini seru bgt.

Pengalaman baru gue : tracking dan ternyata gue kuat juga yaaaaaaa...
Narsis dulu yaaa
Video tambahan dari yang punya travel:

video

Friday, January 8, 2016

The Important Day in My Life (3) : The Wedding Day

Jakarta, 29 Oktober 2015

Yeay, this is the day!
Dari subuh hari super rempong, dibangunin ama orang rumah. Padahal sebenernya dari kemarin malem itu kurang banget tidurnya.. secara ya, saudara2 gue segambreng dari kampung (baca: dari Medan) pada uda dateng dan nginep di rumah gue yang alhasil rumah gue jadi sempit ituu. trus lo tau kan kalo orang batak itu kalo ngomong ga pernah ga kenceng?? yah.. itulah keadaan rumah gue dari malem kemarin.. bagaimana gue bisa tidur kan yaaa..

N Y A L O N
Kira2 dari jam 2an, udah pada dibangunin orang-orang rumah buat pada gantian mandi. Nah secara gue pengantennya kan, gue lah yang pertama kali disuruh mandiii. Abis itu pada gantian mandi dah tuh orang-orang, sementara pintu diketuk ama tukang salon..

tok tok tok..

Nah, gue pastinya dong yang didandanin pertama kali. Didandanin kurang lebih selama sejam lah.. hasilnya gue suka, natural lah.. Biaya buat salon ini 3.5 juta.. tergolong murah lah yaa udah sama bunga tangan, bunga buat jas cowo dan bunga2 di rambut gue dan rambut orangtua cewe (nyokap gue dan calon mertua cewe gue).
taraa.. hasil salon nyaaa

Abis itu pake baju dan songket yang rada ribet dan ketat itu (oemji, gue menggendut di hari H) hahahahaaa.. yasudlah ya, yang penting masi muat hahahhahaha..

Trus yaa.. mau jalan pun susyah bangetttt.. ditambah sepatu gue tinggi. Pake sepatu pendek aja gue jatoh apalagi pake sepatu tinggi yak hahahaha..

Dan bener dong kejadian, pas mau keluar rumah buat potoan sama keluarga, jatoh ngedubrak ke belakang ampe pantat belakang sakiiiiit.. Pengalaman ya pake sepatu tinggi. Demi cantik di hari H. Udah selain hari ini gue ga mau koq pake tuh sepatu tinggi lagi..

Tibalah keluarga mempelai lelaki dan pendamping laki yaitu si Richo Sianipar, dateng buat jemput gue.. setelah minta ijin dll, akhirnya naik juga ke mobil pengantin. hihihihi seru yaaaa..

P E M B E R K A T A N
Sebelum ke Gereja buat pemberkatan, kita ke gedung dulu, di Gedung Gelanggang Olahraga Rawamangun. Disana ada cara keluarga, gue jepitin bunga tangan ke jasnya si abang dan si abang kasi bunga tangannya ke gue.. ada adatnya gitu deh.. intinya sih pihak mempelai wanita menerima pihak mempelai pria gituu. harusnya acara ini dilakuin di rumah cewe, tp karena keluarganya banyak dan takut telat sampe gereja, jadinya dilakuin di gedung aja soalnya jarak gedung dan gereja cuma 5 menit. Dekeeet bgt.. trus di acara ini ada makan-makan juga dan ada adatnya gituuu..

Abis itu, pindah ke Gereja buat pemberkatan. Di pemberkatan acaranya lebih simple dari martumpol. Jadi tinggal disahkan aja gitu yaaa. Yang dateng banyak.. yang surprise ada Indah dan Rangga, temen akrab dari SD gue dulu.. seneng terharu.. Geng Kece juga lengkap disini.. *bahagia bangettttt*

Puji Tuhan lancar ini acaranya..walaupun dilakukan di hari Kamis ya ini pestanya, tp ternyata banyak bgt yang dateng.. terharu banget ternyata banyak yang perhatian sama akuhhh.. :*

R E S E P S I
Laluuu abis itu, kita bergerak ke tempat resepsi. Baru aja turun dari mobil, uda ada dong rombongan dari Bandung yang pada cantik2 uda pada sampe sebelum acaranya dimulai. Jauh2 ke Jakarta cuma buat liat guee.. huhuhu. so happy to have you all friends..
Rombongan Bandung
Yang kocak kita berdua disuru duduk aja lagi di mobil ama abangnya suami aku, yaudah dong kita berdua duduk duduk cantik di mobil, trus krn kelamaan ga ada tanda2 dipanggil, gue ajak suami gue buat keluar. Beneran dong pas keluar mobil, langsung dipanggil dan ditanya darimana udah dari tadi dicariin krn acara ga akan mulai2 kalo ga ada kita berdua. hahahhaaa

Abis itu langsung adat.. ada penari dll.. Seneng super seneng, krn gue pesta di hari kerja, tuh rombongan PRODIA full yang dateng. Temen2 buanyakk bgt yang dateng. Seneeeeng pisan. Akhirnya gue di singgasana (jadi raja dan ratu sehari) bisa buat selfie2 hihihihi..

Paling sedih pas acara ngasih ulos hela. Jadi orang tua gue kasi ulos ke suami gue disertai pesan2 karena melepas gue. Sedih bgt.. disitulah gue ga bisa tahan dan air mata mengalir kencang.
Bangga bisa menjadi bagian dari adat Batak yang walaupun ribet tapi berkesan sangat.

Pernikahan hanya awalnya, yang terpenting adalah menjalani pernikahan itu sendiri.
Ya Tuhan, semoga kami bisa menjadi keluarga yang memberikan warna baru dalam keluarga besar dan kami bisa meniti rumah tangga kami dengan baik dan berkenan kepada Mu.

Aminnn.. *I'm so happy*
Selfie di singgasana


Friday, October 16, 2015

The Important Day in My Life (2) : Martumpol

Jakarta, 16 Oktober 2015

M A R T U M P O L
Tepat banget hari ini, hari Jumat, gue dan calon suami martumpol. Cie sekarang uda bilang calon suami, sementara di postingan sebelumnya masi bilang cowo gue. Hahahaha *abaikan *norak *ga penting dibahas.. πŸ˜„πŸ˜„

Kalau di batak, arti martumpol itu adalah semacam tunangan, biasanya disimboliskan dengan tukar cincin. Tapi menurut gue sendiri, martumpol ini punya makna yang lebih dalem sih. Pertama jelas ada ibadah di gerejanya. Trus di dalam urutan tata acara gereja itu ada acara membacakan ikat janji perkawinan, diantaranya sepakat dan sungguh2 merencanakan perkawinan, saling mengasihi dan menolong, tidak bercerai sampai maut memisahkan, dan taat aturan gereja. Ini dalem bgt krn kami berdua membacakan janji ini di depan seluruh jemaat. Lalu abis itu ada acara klarifikasi perjanjian pernikahan yg artinya kita ditanyain satu2, apakah ada hubungan dengan seseorang yang belum diselesaikan. Hubungan pacaran loh ya bukan hubungan perhutangan wkwkwk.. selain kita masing2, orang tua masing2 juga ditanyain ama pendetanya.. ya kali aja kita boong kan ya. Tp orangtua kan polos, mereka pasti tak bisa boong. Ahahahaa. Barulah abis itu acara tukar cincin. Trus yang paling terharunya saat dia bilang gini:
"Rina Triana Purba, Jalo ma cincin on songon tanda holong ni rohangku na so hea muba tu ho." Sambil naro cincin di tangan kanan gue yang mungil. Artinya kira2 begini: sayang, terimalah cincin ini sebagai tanda cintaku yang tak pernah pudar kepadamu. So sweeeeeetttt..♡♡
Ekspresi Setelah Tukar Cincin, see we looks so happy..
Sebenernya sih acara inti martumpol itu aja sih. Tp rempongnya sebelum hari ini itu yang rempong.
1. Kamis kemarin kudu gladi resik sama pendeta. Pendetanya jayus gitu. Garing garing lucu ga lucu tanpa ekspresi. Trus dia ngerjain gue kudu hapalin tu bahasa batak yg tuker cincin itu buat besok. Dan setelah susah tidur krn takut lupa kata2nya, ternyata pas hari H alias tadi boleh nyontek alias lirik2 ke kertas acara.. jreng.
2. Masih di hari Kamis, pesen snack (roti) ke Majestik, abis itu kita kudu masukin tu roti ke kardus kecil2 buat snack beserta aquanya.. untung dirumah uda rame banyak pasukan. Jadi ga cape2 bgt.
3. Td pagi ke salon dari subuh. Jam 4 an ni rumah udah rame. Uda disuruh2 mandi. Soalnya emang kamar mandi cuma 1 sih, jd kudu gantian, tp kan ga dari jam 4 juga ya mandinya. Terus pas ke salon si salonnya buat sanggul gue tinggi bgt kaya ibu2, langsung dong gue protes, ga mau tau minta diganti.
4. Cincin buat martumpol ini kita baru beli H-2. Biasanya di grafir mah langsung jadi. Nah ini yg grafir tukangnya tutup, jadi baru bisa diambil H-1. Ini ya apa2 serba dadakan sih ya hahaha..

M A R H U S I P
Nah.. sebenernya krn anutan sistem ekonomi yg gue sebutkan kemarin, serta untuk menghemat waktu dan tenaga dan uang hahahaa.. jd hari ini sebelum martumpol, di dahului dengan marhusip di lt.1 Gereja (aula). Kebetulan gereja gue itu guede bgt (mungkin bisa dijadikan cluster mewah tuh) dan si aulanya boleh disewakan buat pertemuan2 gt *inget ga ada sesuatu yang gratis, ke wc umum aja bayar hahaha
Nah intinya tu aula semacam rumah gue. Nanti keluarga besar si calon suami (cieee..) datenglah ke rumah gue, dan disambut oleh keluarga besar gue.. trus mereka disana berpantun2 an samnil diakhiri dengan kata2 immatutu. Hahaha itu doang kata yang berhasil gue tangkep.
Acara ini diakhiri dengan gue dan calon suami (cie lagi hahaha) diperkenalkan ke keluarga besar kedua belah pihak, lalu diberi nasehat lah kan, trus nasehat dari keluarga purba ke gue: intinya sih itu laki gue uda ganteng bgt jd ga ada alasan liat2 yang lain. Beuh, bukan bermaksud bilang ini nasehatnya ga mutu, tapi apa ga ada nasehat lain? Calon suami gue ganteng? Ih, udah tau dari dahulu kala, sejak pertama kali pacaran keuleus. Hahahahaa.. terus kita dikasi duit 2000 an 3 lembar dari si parhata dari keluarga purba dan pangaribuan. Lumayanlah dpt 12 ribu gratis. πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

M A R R I A R A J A
Nah selesailah rangkaian acara hari ini. Dari mulai marhusip-martumpol-marriaraja. Marriaraja ini artinya kaya semacam pembentukan panitia buat pernikahan gue nanti gitu. Kalo di acara ini yg paling banyak berperan sih bokap nyokap dan keluarganya sih. Oiya.. di acara ini sekaligus bagi2 undangan gt. Di undangannya yg dibagiin uda diselipin uang 500an (sebanyak 110 undangan) dengan harapan yang diundang dateng. Gile ya mau ngundang aja selain bayar undangannya, bayar amplop trus ngasi 5000 lagi *mulai deh perhitungan ahahahaaa becandaaaa..
Selain itu gue dr kmrin uda amplop2 in juga tuh duit buat ke hula2, buat ke punguan dll.. kalo amplop ini artinya supaya mereka bawa ulos nanti pas di pernikahan gue nanti.. ya gpp sih kalo ini hihihi..
Gue ga ngikutin banget sih acara ini ngapain, krn gue duduk sendirian di pojokan bingung mau ngapain dan akhirnya gue ngemilin snack yang ada.. *inget kebaya rin.. hihihi

our happy moment
Sekian cerita hari ini. Semoga kami bisa menjadi pasangan yang memberi teladan akan cinta kasih. Amin..

Bersambung lagi nanti di pesta pernikahan akooohh, akhir Oktober ini hihihihi.. πŸ˜™

Wednesday, October 14, 2015

The Important Day in My Life (1): Foto Pre-Wedding

Jakarta, 14 Oktober 2015

Mau cerita ah.. gimana rempongnya sekaligus gimana excitednya mempersiapkan pernikahan.. Iyalah yaaaa.. sekali seumur hidup sih yaaa.. apalagi sebagai orang Batak yg nikah tuh uda kaya melahirkan bagai hidup dan mati, yg adatnya udah kaya mau beli rumah semua kudu dipikirin dan yg biayanya sumpah menguras tabungan yang selama ini udah dikumpulin (sambil nangis di pojokan)..

Di batak, pesta di siapa itu tergantung kesepakatan dua keluarga besar. Nah hal ini berpengaruh ke brp besar jumlah sinamot, berapa banyak undangan, gedungnya dimana dll..
Di nikahan gue.. pestanya kebetulan ada di cowo. Jadi pihak cowo yg mencari gedung dan persiapan buat hari H nya. So, kalo pesta di pihak cowo, berarti sinamot gue yaaa pas2an lah.. ya jaman sekarang emang ga ada yg gratis sih ya.. so, kedua belah pihak kudu mengeluarkan hepeng.. oiya, kalau pesta di cowo itu berarti juga undangan lebih banyak dr keluarga cowo dibanding dr keluarga cewe (alias keluarga gue), padahal ya temen2 gueeee kan banyak abis keuleus hahahaa..

Prewedding

Buat anak2 kekinian yg kaya gue, ini tuh hal yg penting bingit. Tp beda kalau lo tanya sama pacar gue. Dia ga ngerti foto prewedding itu pentingnya dimana dan kegunaannya buat apa. Perlu waktu buat gue kira2 beberapa bulan (berapa bulan tepatnya gue lupa) buat meyakinkan dia bahwa ini penting buat gue. Lagi2 dia ga ngerti dan ga mau foto. Sampe akhirnya dia pun luluh. Mungkin kasian kali ya liat gue yg terus2an gigih pengen bgt foto prewedding. Tiap pacaran bilang "Kita foto prewed ya ay?" Gitu aja sampe dia bosen. Horeeeeeeeeyy.
Hasil foto Prewedding pake properti buatan sendiri
Karena gue menganut prinsip ekonomi dimana gue kudu mengeluarkan dana sekecil-kecilnya dan mendapat keuntungan sebesar-besarnya hahahaa.. maka dengan modal minta tolong anggota geng yg punya kemampuan fotograpi dan kebetulan seneng foto2 dan tentunya emang punya kamera SLR wkwkwk.. jadilah dia yang fotoin. Alhamdulilah dia mau fotoin tanpa dibayar sepeser pun cuma dibeliin makanan aja biar ga kelaperan hihihihi

Lokasi fotonya kita pergi ke Taman Mini, alasannya krn deket ama rumah gue dan di taman mini foto2 bebas ga bayar, secara ya bo sekarang lokasi foto prewed banyak yang uda komersial, dikit2 minta uang fee lokasi, plis deh. makanya amannya gue pilih tempat taman mini itu. Pagi2 benar gue uda ke salon, uda cantik ngehits bgt lah gue dengan rambut curly gue dan si cowo alias pacar gue dateng jemput gue dengan muka ngantuk, muka apa adanya tanpa di make up sama sekali. Pas sampe rumah, dia ketawa2 ngeliat gue sambil pake bilang "siapa sih nih". Dih.. pacarnya sendiri ga kenal. Gue bilang dia mau gue bedakin, tp apa daya dia uda kekeuh ga mau. Yaudahlah masi untung juga dia mau difoto ya hahaha

Trus.. gue uda siap2in properti foto dari jauh2 hari. Itu tuh kaya tulisan "He's mine dan She's mine" gue ngeprint sendiri dan gue juga nempel sendiri ke karton tebal dan gue gunting serta ngelem sendiri. Niat bgt kan gue. Pokoknya hasil prakarya gue buat properti ini nilainya pasti tinggi bgt dah. Hahahaaa

Gue berangkat dr rumah dengan tas besar yang kaya uda mau minggat dari rumah, krn gue bawa beberapa baju ganti kan serta alat make-up kalo tiba2 luntur. Sementara cowo gue cuma bawa tas selempangnya yang kecil dan dia ga bawa baju ganti apa2. Pengen nangis ga sih rasanya. Kita uda niat mati2an, dia ngganggepnya biasa aja. Huh! Kalo inget waktu itu pengen nyubit rasanya. Tp itu kali ya bedanya cewe dan cowo. Yang cewe kalau uda pingin, totalitas 100%, sementara yg cowok emang dasarnya ga pingin jd cuek.

Tibalah saatnya berfotoooo..
Tau ga sih, cowo gue itu bukan tipe orang yang narsis, yang suka difoto dan yang suka selfie. Kaga sama sekali. Jadi lo bisa bayangin kan gimana susahnya buat gue sama dia difoto. Guenya senyum terus sementara dia nya susaaaaaaaahhhh pisan. Ya ampunnnnnn.. tp akhirnya, mungkin krn rasa sayangnya sama gue (geer) ada juga beberapa ekspresi dia nya yang keluar. Walaupun pas diliat2 lagi hasil foto2nya,dikit abis ada foto yang ekspresi dia keluar. Hahahaa *ketawa miris
Anjungan Bali dengan senyum setulus hati♡
Kita foto dari siang sampe sore. Karena sama temen-temen sendiri banyakan ketawanya dari kerjanya. Hihihi. Yah, kita lebih enjoy aja sih jadinya. Kekurangan foto sama temen sendiri adalah bingung mau cetaknya. Kalau foto prewedding paketan pastinya uda dpt hasil cetakannya. nah kalau ini kita kudu cetak sendiri. ini sih yang rada perlu dipikirkan lagi. soalnya jd bingung mau cetak dimana, bingkainya apa dll..

Hmmmm.. sebenarnya essensi foto prewedding ini apa yaaa? Ahahahaa.. lebih ke seru2an sih, krn gue suka berfoto maka gue pingin mengabadikan setiap moment. Momen2 yang bisa dijadikan kenangan saat kita sudah tua nanti. Bahwa kita pernah berfoto dengan gaya demikian hahahaa.. untung gaya2 nya normal2 semua yah. 

Big Thanks:
Meri dan Daniel - The Photographer
Rina dan Rinto - The Models 

Natural makes you beautifull ♡
Sekian pengalaman gue seputar foto prewedding. Besok sambung lagi sama Martumpol. Hehehe

Monday, January 2, 2012

We Need Each Other



“Setiap orang membutuhkan orang lain untuk bertukar cerita. Tidak ada orang yang sanggup hidup sendiri”

Awalnya aku diminta membantu penelitian S3 salah seorang rekan kerjaku. Peranku adalah melayani subjek – subjek penelitiannya, yang akan dijadikannya sebagai sampel penelitian. Subjeknya adalah orang yang sudah di judge menderita Diabetes, dengan usia > 57 tahun, dan berjenis kelamin pria. Bisa dibayangkan yang datang adalah kebanyakan kakek-kakek :) . Peranku disana sederhana, dimulai dari menyambut mereka, memberikan form kepada mereka untuk diisi (inform concern dan kuesioner), menjelaskan pertanyaan dalam kuesioner yang mungkin menurut bahasa awam tidak mudah dipahami, serta memberikan mereka sarapan dan makan siang sesudah mereka diambil darah sebanyak 5 tabung.

Mudah!!!” pikirku. dan “Pasti akan cepat beres!!!” pikirku lagi.

Hari Pertama:
Jumlah pasien penelitian hari ini ada 8 orang.
Dengan mbak Rina?” tegur seorang bapak
“iya Pak, dengan bapak siapa ya? Boleh minta tolong ditulisi nama-nama Bapak?” *sambil tersenyum manis*
iya mbak, boleh” kata mereka serempak.
“silahkan duduk dulu ya Pak, sambil diisi kuesinernya ……….. (sambil menjelaskan)”

Kubagikan kertas-kertas dan pulpen kepada para bapak itu.  Kuamati wajah mereka satu persatu. Tua, bersih, banyak kerutan, dan rrrr.. gendut. Hehehe.. Penderita diabetes sebetulnya harus menjaga pola makannya dengan baik dan untuk mencegah komplikasi ke penyakit lain, maka sangat disarankan agar tidak obesitas, sehingga pola makanlah yang diatur dengan ketat - disamping mengatur asupan gula tentunya. Aku termenung sambil menunggu mereka mengisi.

Mbak, ini hiperlipidemia maksudnya apa ya?” tanya salah seorang bapak membangunkan kebisuanku.
“oh.. itu artinya begini pak…….” Kucoba menjelaskan dengan bahasa awam yang dipahami mereka.
Mbak, kalau saya suka pusing kalo makannya ga teratur, itu sering loh” mulai lah pertanyaan dan pernyataan yang tidak ada hubungannya dengan kuesioner terucap dari bibir para Bapak itu. Aku menanggapinya dengan sabar. 
"Mbak, kalau saya kalau puasa ga kuat loh mbak lama-lama..
"Mbak, liat deh obat saya, saya minum ini loh teratur.." 
"Mbak...." "Mbak..."
Kujawab dan kutanyai bapak-bapak itu dengan sabar. Dan yang tak terduga, mereka aktif sekali bercerita. SEMUANYA. Karenanya, aku kewalahan hendak mendengarkan cerita dari bapak yang mana dulu.
“Bapak masih kerja?” tanyaku.
Oh nggak mbak, kegiatannya sekarang urus kesehatan sama rajin olahraga aja mbak, obat juga diminum teratur, kan sudah tua mbak. Selebihnya tidur aja mbak di rumah..

Oh.. batinku. Pantas saja mereka aktif sekali diajak bicara, mereka rupanya sehari-hari hanya berada dalam lingkungan rumah. Mungkin saja mereka kekurangan teman untuk bercerita. Semuanya mencoba menarik perhatianku dengan bertanya mengenai istilah-istilah dan nama obat yang mereka tidak ketahui namanya. Juga cerita mengenai kegiatan mereka sehari-hari dan aktivitas yang mereka sukai.

Benar memang, semakin tua, kelakuan orang memang cenderung menjadi seperti anak-anak. Fase perkembangan menjadi seperti semula. Ingin didengar. Butuh didengar.
Salah satu cerita yang menarik perhatianku adalah ketika bapak B, dengan semangat menceritakan kegiatannya memompa air, sebagai salah satu olahraga wajibnya. Lalu menceritakan pengalamannya hipo dan hampir jatuh di bus trans Jakarta, dan beruntung ada seorang penumpang yang memberikan permen untuk menaikkan gula darahnya. “Jaman sekarang sulit menemukan orang baik ya mbak” Aku bergidik dan terharu mendengarnya.

Kutanyakan kepada Bapak yang lain apakah penyakit diabetesnya merupakan keturunan dari orangtua nya, si Bapak menjawab memang penyakitnya merupakan penyakit keturunan. Lalu kutanyakan apakah anak Bapak tersebut sudah dicek atau belum kemungkinan terkena diabetes juga. Dia menceritakan silsilah keluarganya. Panjang sekali ceritanya. Dan lagi-lagi, aku sabar mendengarnya. Sampai-sampai sang Bapak bercerita tentang anak perempuannya yang berumur 19 tahun yang meninggal karena geger otak. Sungguh spontan keterbukaan Bapak itu. Sang bapak tampak tegar. Namun dari mimik matanya kulihat kesedihannya. Bapak B tetap setia melanjutkan ceritanya dan bangga bahwa tidak ada keturunannya yang menderita diabetes karena anaknya tinggal satu dari dua. Aku pun bangga akan ketegarannya menjalani kehidupannya - kehilangan anak.

Sungguh, ternyata ini bukan pekerjaan mudah. Pekerjaan yang awalnya kubatasi ruang lingkupnya, ternyata jadi sangat melebar dan meluas jika sudah menyangkut hubungan antar sesama.
Akhirnya setelah kutemani sarapan, mereka pun harus melanjutkan perjalanan ke RS. Siloam, Semanggi. Setelah kuantar ke tempat mobil yang akan mengantar mereka, secercah senyum kulihat diwajah semua pasien. Seolah senyum mereka berkata: Terimakasih telah mendengar ceritaku. Dan benar saja dugaanku, masing-masing menjabat erat tanganku dan berkata terimakasih atas waktuku. Senyum manis kembali kukembangkan untuk mengantar mereka.
Ternyata melihat mereka bahagia, aku pun menjadi sangat bahagia akan pengalaman ini.

Hari Kedua:
Belajar dari pengalaman, hari kedua aku telah menjadi sangat siap untuk mendengarkan celotehan mereka lagi. Kali ini dengan subyek atau pasien yang berbeda. Tetapi tetap dengan penderita Diabetes, laki-laki dan berusia lanjut. Dan benar saja, setelah berkenalan dan memberikan penjelasan singkat dengan ramahnya, satu-persatu mulai menceritakan masalah mereka dan kegiatan kesukaan mereka. Salah seorang yang menarik perhatianku adalah salah seorang bapak yang beberapa jari kakinya telah diamputasi karena penyakit diabetes ini.
"Jari kaki saya udah ga ada loh mbak... udah diamputasi.. abis ga bisa sembuh.." kata Bapak itu.
Bergidik, takut, dan terharu, hanya itu yang bisa kulakukan.
Gaya bicara yang mantap dan kuat menyiratkan Bapak tabah dan tetap semangat menjalani hidupnya.
Belajar dari sang Bapak, aku menjadi lebih terbuka memandang kehidupan ini.

"We need each other! we can see ourselves objectively through the reflection of others......"